Posted in dedicate this for..., njul cerita-cerita.., sebenarnya..

..sambel goreng tempe (bumbu kasih sayang)..

..can never say enough gratitude to God for everything He Granted,,

Mungkin menurut orang lain, sambel goreng tempe, itu makanan biasa yang bisa mereka temui di hampir semua restoran berjudul “Warung Tegal”..

Tapi buat saya, sambel goreng tempe, is an all-time favorite dish ever, which, i just can’t resist on refusing even when i was on the heaviest diet i’ve ever gone through..—padahal pas diet dulu ngga boleh makan apapun yang berminyak, haha

Saking sukanya, saya inget banget, dulu jaman SD di ujian pelajaran —entah Kerajinan Tangan, entah Bahasa Indonesia, tapi ko ada ujian masak-masaknya ya, ah teuing lah— sesuatu, saya pun masak sambel goreng tempe sendiri..

Setelah menjalani Rabu-Kamis —yang selalu jadi tanggal merah setiap minggu, nggak peduli apa ada tanggal merah, atau harpitnas¹ lain di minggu itu, does not make any difference at all, my day-offs would always be those 2 bloody days, every week, ever— yang cukup menyenangkan, hari ini saya kembali ke ibukota, dengan bekal..

hmmm, yak Anda benaaaaaaaar,

sambel goreng tempe buatan Mama.. 🙂

selain sebotol besar Clear Hairfall Decrease, sekilo Gulaku, setoples kue kerawang, sekantong Pia Gorontalo, sekantong kue Kolombeng, dan sebungkus biskuit Togo, amunisi saya untuk bulan-bulan ke depan, yang saya yakin akan ludes dalam waktu seminggu, kecuali sampo, heu— :p

Sudah lamaaaaa sekali memang, saya nggak makan sambel goreng tempe buatan Mama lagi..

Karena kepikiran terus hampir setengah ngidam, akhirnya request lah saya sama Mama, minta dimasakin makanan itu..

Entah bumbu apa yang Mama taruh di dalam sambel goreng tempe bekal saya malam ini, yang sukses telah saya gayemi² sebelum tidur dan rasanya begitu saya kangeni dan saya rindukan..

Sambel goreng tempe ini akhirnya sukses membuat saya cirambay-cirambay³ bodo tengah malem..

Merasa betapa beruntungnya saya atas apapun yang saya miliki saat ini : keluarga, teman-teman yang sangat penyayang, segala nikmat dan kesempatan yang datang tak diduga, semuanya, yang membuat rasa syukur ini seperti tak pernah cukup dipanjatkan pada Yang Maha Pemurah.. :’)

Bukan mbak-mbak Warteg, dan bukan juga ibu kost..

Mungkin cuma sambel goreng tempe bumbu kasih sayang Mama yang bisa bikin efek samping seperti ini..

..still wondering, siapa yang akan mendapat bekal sambel goreng tempe bumbu kasih sayang buatan sendiri nanti..

======================================================

¹ Harpitnas : Hari Kejepit Nasional, hari yang terletak diantara dua hari libur, yang biasanya digunakan para pegawai PNS/BUMN/Bank, atau siapapun yang jam kerjanya patuh pada hari libur kalender, untuk MEMBOLOS. 😀

² gayemi : makan, Javanese red.

³ cirambay : berairmata, berkaca-kaca, Sundanese red.

Advertisements
Posted in aateulan.., dedicate this for..., sebenarnya..

..(sharply) random..

I can’t make you love me, if you don’t..

You can’t make your heart feel something that it won’t..

Here in the dark, in these final hours,

I will lay down my heart ’till I feel the power..

But you won’t, no you won’t..

‘Cause I can’t make you love me if you don’t…..

Boyz II Men – I Can’t Make You Love Me

=======================================================

got this song randomly played on my Kube. and I suddenly felt just am. dem.

Posted in njul cerita-cerita.., sebenarnya..

(talking about) coffee.

“Black as the devil, hot as hell, pure as an angel, and sweet as love”

Gitu ceunah katanya, cara menghidangkan kopi yang paling enak, menurut Charles Maurice de Talleyrand¹ (1754-1838).

Coffee-addict,  yes, I am. Sehari minimal 2 cangkir. Kalo lagi kalap, bahkan bisa sampe 3. Dulu mah ngga gini-gini amat sebenernya.  Sejak saya kerja apalagi. Kalo sebelum liputan ngga kena kafein teh, asa haroream gerak —padahal sayanya aja mereun yah, heu—.

Kalo saya yang ditanya cara menghidangkan kopi paling enak, mungkin akan saya tambahin sedikit :

Creamy as ice-cream, and sweet as Javanese.

Why Javanese? Karena, katanya, orang Jawa itu kalo bikin apa-apa, rasanya pasti manis, termasuk kopi, atau teh. Dan, menurut saya, dari situlah keliatan bedanya, pergi bertamu ke rumah orang Jawa, sama orang Sunda. Kalo bertamu ke rumah orang Jawa, pasti disuguhinnya teh manis —yang manisnya luar biasa—, sebaliknya, kalo bertamu ke rumah orang Sunda, disuguhinnya teh pahit. Eh, naha ini jadi ngebahas pergi bertamu? :-p

Nah, buat saya, kopi yang enak itu harus manis. Sampe ada temen saya yang suka nuduh saya orang Jawa —padahal bukan—, saking manisnya kopi yang saya minum. Ngga cuma kopi aja sih, mau teh, mau susu, angger weh harus manis. Masalah pake susu sih, hmm, itu gimana selera. Biasanya selalu saya tambahin 2 sendok susu —kumaha teu gendut coba, susuna loba— . Tapi, saya memang termasuk yang jarang minum kopi tubruk.  Kalo butuh aja, buat belajar, siap-siap ujian, sama latihan sidang —tuh kan jadi kangen kuliah lagi—.

Satu mimpi saya adalah : mencicipi rasa kopi dari seluruh dunia.

Udah banyak koleksi kopi yang sampai di lidah. Alhamdulillah, mimpi ini sedikit terbantu karena Papa sering dinas ke luar kota —dan seringnya teh yang jauh tea, suka dikasih beras sekalian gitu baliknya teh, hahaha— kayak Lampung, Flores, NTT, Sidikalang —yang rasanya luar biasa aseem, tapi ramuan racikannya bisa bikin saya 100 watt semalem suntuk—, dan saya suka semuanya, karena masing-masing rasanya unik dan punya ciri khas tertentu. Tapi sayang, sampe sekarang, baru ini aja yang aga-aga impor.

😀 —big thanks to Kak Annisa Purbasari *peluk*—

Lebanese Coffee

Mungkin saya harus bersabar mencari yang suka dan mau diseduhkan kopi setiap hari sebelum berangkat bekerja… 🙂

=======================================

¹ Seorang negarawan Perancis, kalo kata National Geographic mah..

Posted in naon sih njul..., njul cerita-cerita.., sebenarnya..

(a potential means of remedy i) accidentally found.

 
LETTING GO : A 12-Week Personal Action Program to Overcome a Broken Heart

This is what I am currently reading.

Not to brag or exaggerating, just got this book when I wandered alone —a.k.a. meng-geje, jalan-jalan sendirian ga jelas juntrungan, redlast week in one of the biggest (or maybe the biggest, it is, CMIIW¹) bookstore in Bandung.

Never really intended to buy this cheap imported secondhand book —neither ever thought that I (might) need it too—, just a simple spontaneity, (plus a thought about a friend —whom i blind-guessed, might need to read it, too— that crossed my mind),  successfully made me went home with this book, in my handbag.

Here’s the funny thing I read behind the book :

“Devastated by breakup or divorce? Shocked, depressed, humiliated, haunted by painful memories? Don’t wait for time to heal the hurt and restore your self-confidence. “

Me got broke up or divorce? Hell, NO. Same answers go to the following adjectives behind that sentence.

It has 318 pages, have it bookmarked on page 47, and keep going.

But till now, I just don’t know the answer, why I keep reading this stupid book.

=====================================================

¹ CMIIW : Correct Me If I’m Wrong, tolong benerin kalo salah.. heuheu..

Posted in dedicate this for..., naon sih njul...

untuk Nada, dengan sejuta maaf..

Merajut benang-benang aku dan kamu
menjadi kain kami yang indah
karena ada celupan Ilahi di sana

Memaku papan-papan aku dan kamu menjadi biduk kami yang sederhana
tapi cukup kuat mengarung samudera supaya sampai kesana

Merangkai kelopak-kelopak aku dan kamu
menjadi bunga kami yang mekar
menghias taman peradaban

Menyatukan garis-garis
mengumpulkan titik-titik
memadu warna-warni aku dan kamu
menjadi gambar kami yang indah

Ada dua jiwa dipertemukan
ada dua takdir bersilangan
ada satu tujuan, ada satu teladan

Agar sejak hari itu
malaikat tersenyum kepada kami
dan Allah meridhai

Duri, 3 Januari 2011
-Muhammad Rihan Handaulah-
♥♥♥

Years of life each has journeyed till one day our path inter wined

on the foundation of faith we’ve committed and the Love of Al-Mighty is what we seek

in this blessing of life, a new book will be made

the first chapter will be written
with the inks of you and i

may Allah guide us with each step
light our ways through the days ahead
and fill our hearts with love and compassion

a part of you in me
a part of me in you
we’ll never walk alone

Bandung, 4 Januari 2011
-Nada Ristya Rahmani-

*taken from their wedding invitation on Facebook*

Satu lagi sahabat saya yang akan menggenapkan agamanya……. 🙂 Bahagia? Oh, jelas.. —eh, nanya ke siapa ini teh, kaya sayanya sendiri aja yang mau nikah teh, heu—

Kenapa jadi nulis tentang ini ya?

Akhir-akhir ini, banyak sekali sahabat-sahabat —sejurusan maupun bukan— bahkan sahabat terdekat saya, yang duduk bersanding di pelaminan —tenda biru pisan, heu—.. Rasanya baru kemarin pake baju putih-abu dan duduk bareng dalam rapat acara LKS¹ di kelas 1-8 —entah udah jadi kelas apa namanya sekarang, pokonya ada di lantai 2, yang ada di atas WC cewe dan KopGur—, berbagi tentang motivasi hidup, bagaimana cara menyemangati orang lain untuk bisa jadi manusia pembelajar, dan hal-hal super-inspiring lainnya..

Eh.. Besok tau-tau dia udah mau nikah aja.. 😀

Nada Ristya Rahmani.. Sahabat saya sejak SMA, tapi ketemunya dari SD, di sebuah Story-telling Contest —which she won, and apparently i figured out that she used to live in US, so no wonder her English is so damn good—.. Selalu bersemangat, inspiratif, dan memotivasi.. Teman berbagi, dan entah bagaimana caranya, dia selalu bisa mengubah cara berpikir saya jadi lebih positif —juga terbuka— dalam memandang sesuatu.. Koleris melankolis, Ketua LKS LII —dan saya dulu jadi anak seksi acaranya, secara kita alumni LKS LI—, juga Ketua Seksi V OSIS²sekali lagi jadi anak buahnya, tapi lupa, OSIS LI apa LII, heu, ngga kerasa udh 5 tahun lebih, jadi we lupa—, my daily-conversation-in-English partner, kamus berjalan dengan vocabulary yang awesome dan TOEFL yang 600..—and i envy her so much for that, till now—

Begitu aktif dan inisiatifnya beliau, sampe-sampe sampe sekarang saya masih inget aja kejadian pas kami jadi siswa LKS LI itu, da malu.. 😛  Kan gini ya, setiap orang, harus menyebut nomor absennya setelah nama, setiap kali akan menjawab pertanyaan panitia.. Untuk siswi, XX-sekian, dan untuk siswa, pastinya, XY-sekian.. —asal jangan XO, nanti jadi Turner Syndrome, naon deui, heu—

Saking seringnya mendengar Nada menjawab dengan menyebut nomornya, saat saya ingin menjawab, yang saya bilang malah,

Izin menjawab, nama Nada, XX-22!!

—padahal harusnya, “Nuzulya, XX-26” heukontanlah yang namanya aula SMA 3 yang angker-angker dingin karna hawa-hawa evaluasi³, jadi pecah suasananya, da ngga cuma siswa, panitianya juga jadi ngetawain saya aja gitu —kalo lupa sama nomer sendiri, masih mending,ya masak ini lupa sama namanya juga, hahaha—..  😀

Time goes by, and suddenly tomorrow she’s getting married.. 🙂

Pasangannya pun, bukan orang asing.. Rihan Handaulah, salah satu tokoh kampus, juga tokoh inspiratif buat saya semasa SMA.. Bersama teman-temannya, aktivis-aktivis kampus yang selisih usianya 3 tahun dari kami-kami ini, sering berbagi banyak hal dan pemikirannya dalam rapat-rapat perumusan LKS.. Pasangan seimbang untuk Nada, kalo saya boleh berkomentar..

Sekali lagi, janji Allah terbukti —meski saya mungkin masih harus menunggu— tapi saya tetap percaya, suatu saat nanti akan tiba waktunya, mendapatkan seseorang yang seimbang, yang akan menjadi sahabat sepanjang masa, seperti pernah saya ceritakan sebelumnya..  🙂

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wajama’a bainakuma fi khair…

Dear Nada, my beautiful bride..

Once again, God’s words coming true, when his vow ties you truly and forever..

It’s not in days, or months, it’s like FOREVER..

Be a bold, brave, and blessful couple, my dear.. Such “Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah family“, they say, and indeed, I truly believe you guys will —aamiin—

It’s too bad i can’t see how beautiful my Nada will be in that white ‘kebaya‘, with those jasmine strands on her head.. Had this call of duty i can’t compromise.. 😦

You know, you always have my utterly and sincerely prayers with you.. Hoping for the best and etcetera etcetera that i don’t need to state coz we read each other the same thing.. :’)

Dedicate this for you, with love..

Always your bestie ♥,

-Nuzulya Safitri Ilahude-

——————————————————————————————

Keterangan :
¹  Latihan Kepemimpinan Siswa SMA 3 Bandung : training singkat untuk siswa yang ingin berkembang —ciyee, emang bunga, heu— dulu harus ikut kalo mau jadi OSIS, tapi bisa belajar pengembangan diri di dalamnya, bisa belajar jadi tahan banting juga —heu, kaya panci aja— super banget lah pokonya mah.. SISWAAA?? LKS, LKS, LKS!!!
² Seksi V OSIS, ngurusin tentang bidang Sosial Politik dan Kewarganegaraan, agenda besarnya, bikin LKS, dan PLIST (sama aja kaya MOS – buat anak baru) 😀
³ Evaluasi : Sesi marah-marah dalam rangkaian acara harian LKS, biasanya jadi sesi paling horor karena semua orang dihukum, diberondong pertanyaan, disuruh push-up, disuruh bending, dan dimarahin di depan muka dengan jarak kurang dari 10 senti —lebay ketang, heu, mungkin sekarang mah ngga ginigini teuing
Posted in aateulan.., naon sih njul..., sebenarnya..

(if)…(then)…

  • (IF) I really, really love you (THEN) Why do I “as easy as that” to let you go? Why I pretend you are the one by stop chasing you? Why I pretend you are not exist by stop calling or texting or whatever?

  • (IF) I’m not that into you (THEN) Why do I regret by letting you go? Why can’t I stop thinking of you every single minutes? Why can’t I just moved on? Why can’t I just get over you?

  • Just read those on my friend’s blog, had a glimpse of thought about just the same questions, and my brother just happen to work on his Turbo Pascal homework, successfully remind me of those basic logical functions in programming..

    What is the logic of love?

    Googled it.. and found a superbly logical answer on Yahoo!Answer.. —indeed, agree with him— 😀

    Nature has preprogrammed MEN with a mechanism that works like this:

    SEE HOT WOMEN → FEEL ATTRACTION

    Well, women have a similar mechanism. But I think that the female version is MORE COMPLEX.

    Yes, women do feel attraction for extremely handsome men… but they feel a MUCH STRONGER ATTRACTION for certain PERSONALITY TRAITS and BEHAVIORS than they do for physical looks alone. Both these feelings are hard-wired into our brains.

    Oh, yes, apparently i had myself wrote about physics of love, too —in way different point of view, of course—, way loooong before, when midterms subjects were only Basics —those stressful Basics— : Basic Chemicals, Basic Calculus, and Basic Physics, and life would be so much easier than today…

    Things change, friends got married, guys come and go, and here I am, questioning myself about this?

    Oh, puh-lease, Njul…