Posted in aateulan.., dari kacamata njul.., impian jiwa.., naon sih njul..., njul cerita-cerita.., sebenarnya..

yang mana?

Hidup itu pilihan..

Well, sadar atau nggak, mungkin memang ada betulnya..

Jam weker nyala jam 2 pagi —bangun atau nggak, pilihan—, keluar kamar, masuk kamar mandi —sekalian wudlu atau sekedar cuci muka saja, pilihan—, sehabis subuh —tidur lagi atau nggak, pilihan—, sebelum berangkat ke kantor —comot pisang goreng ibu kos atau strict pada diet anti gorengan, pilihan—, dan segudang pilihan lain, yang selalu membutuhkan pertimbangan, sekecil apapun itu, yang jelas pasti punya konsekuensi tersendiri..

Jadi inget buku cerita Goosebumps Edisi “Pilih Sendiri Ceritamu” jaman SD tea, heu

Untuk beberapa hal, terkadang keharusan memilih ini  memang membutuhkan pertimbangan yang lebih dalam.. Memilih sekolah, jurusan kuliah, kelompok keahlian —ojol-ojol kana skripsi weh ieu mah, hahaha, pekerjaan, dan jodoh, mungkin cuma sebagian kecil dari sekian banyak pilihan yang harus disertai pertimbangan mendalam itu…

Ragu? Tentu semua orang pernah mengalaminya.. Ingin memilih yang ini, tapi kok rasanya begitu, ingin memilih yang itu, tapi kok rasanya begini, inginnya sama yang itu, tapi euu.. euu.. —hadaaah, ujung-ujungnya ngebahas jodo, heu—

Takut salah pilih, takut salah jalan, dan takut menghadapi konsekuensi pilihan itu , mungkin jadi alasannya.. Tapi saya yakin, mengapa Allah memberikan perasaan ragu tiap kita dihadapkan pada sebuah —mungkin beberapa, haha, pede banget guweh— pilihan, pasti ada artinya..

Bicara soal perasaan memang nggak akan pernah ada habisnya.. Seperti bicara cinta,  mungkin ngga akan pernah tamat dibahas puluhan SKS juga..

Mentok? Mungkin..

Dan akhirnya, saya selalu teringat pada ayat pamungkas yang luar biasa ini..

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al Baqarah 2: 216).

dan satu lagi —janji Allah yang selalu sukses membuat saya jadi merenung sendiri—, mungkin karena ini juga, sampai saat ini Allah masih memberikan saya kesempatan untuk memperbaiki diri, supaya bisa mendapatkan yang terbaik.. 🙂

“...Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (QS. an-Nuur 24: 26).

dan segalanya, akan indah pada waktunya…..

Advertisements