Posted in dari dalam news room.., njul cerita-cerita..

..kemana harus mencari?..

Patah tumbuh hilang berganti. Hilang satu tumbuh seribu..

Hampir semua orang, pasti pernah kehilangan sesuatu.. Entah itu kunci, kacamata, gunting, pulpen, uang, ponsel, hingga hati —hadaaah— pasti semua pernah mengalami..

Teringatnya, minggu lalu, ada sebuah kejadian kehilangan yang cukup menggegerkan seantero News Room —News Room = Ruang Redaksi, ruangan utama kantor kami,  yang selalu banjir informasi, dimana semua rekaman gambar, naskah berita, berseliweran di dalamnya, dan diracik menjadi tayangan Seputar Indonesia— which was, uang senilai jutaan rupiah untuk siaran live, raib tak bersisa dari meja bendahara redaksi..

Heboh? Ya jelaaaassss..

Sebelum kejadian ini, ada satu kejadian lagi, yang sukses membuat saya trauma, meskipun saya belajar sesuatu yang sangat penting dari situ..

Korbannya, MP3 Simbadda Deo-2 dan earphone Sennheiser MX-660 yang sudah sekian tahun ini menemani perjalanan hidup saya dan dahulu saya beli dengan memeras keringat berjibaku dengan jas leb —maksudnya, dibeli dari hasil nabung gaji asisten gitu, heu— yang raib hanya dalam hitungan menit, karena ditinggal ke toilet..

Menyesal? Pasti.. Tak ada lagi kesempatan untuk mendapatkannya lagi..

Bukan karena barangnya sebetulnya, tapi yang jelas, banyak sekali kenangan yang saya alami bersama dua barang itu..

Pagi-pagi kuliah Biokimia bersama Pak Zaini yang selalu saya rekam, malam-malam saat saya harus transformasi dan bergumul dengan E. coli sendiri di Lab Genetika, setiap saat —terutama saat galau dan emosi— ketika berada diatas Vito —nama motor saya— yang dulu sering saya pacu diatas 90 km/jam saat melintas di Pasopati, saat-saat di perjalanan mulai dari musim kulap Ekologi, sampai dalam travel Bandung-Jakarta tiap hari libur kerja, semua saya lalui bersama dua barang ini..

Meskipun isi playlistnya selalu berganti menuruti zaman dan lagu terbaru di 100 Billboard Chart, serta tak lupa Dahsyat, dan Inbox —dikit doang ko, heu— dan bentukannya sudah tak secantik saat barunya, tapi.. tapi… ahh.. sudahlah.. Sakit hati ini mengenang yang sudah hilang.. —eeaaa—

Sekarang memang sudah ada gantinya.. Tapi tetap saja, rasanya tidak seafdhol yang pertama..

Satu hal yang jelas, dari kejadian itu, saya belajar untuk tidak meninggalkan barang sembarangan dimana saja.. Seperti kata Bang Napi di setiap sesi acara “Sergap” …

“Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!”

Advertisements