Posted in dedicate this for..., njul cerita-cerita.., obrolan-obrolin..

..and he popped out the question.

Tepat pertengahan bulan September. Sabtu siang yang terik dan cerah di luar sana.

Sambil berjalan, pandangan seorang pemuda berkacamata tertuju pada mobil Audi keluaran terbaru, dalam sebuah showroom di lantai dasar Pacific Place, Jakarta. Tidak di pinggir, ia justru memilih untuk berjalan di tengah, dengan leher yang ikut kemana jauh matanya memandang. Paham hobi otomotif si pemuda, perempuan yang berjalan di sebelahnya, tak sabar.

X : “Kalo pengen liat ya deketin aja Mas, diliat. Kan katanya ustadz siapa itu, yang suka ceramah soal sedekah, kan katanya kalo kepengen sesuatu, berdiri di depannya, terus berdoa, minta sama Allah.”

Tiba-tiba pemuda berkacamata itu terkekeh. Berhenti sejenak, dan langsung berdiri di hadapan si perempuan.

Y : “Kalo gitu, sekarang Mas minta deh.”

Bingung, tapi bisa mencium arah pembicaraan ini, si perempuan lalu bertanya.

X : “Hehe, minta apa?”

Memasang wajah polos dan senyum seribu makna, masih di depan mobil Audi terbaru, si pemuda lalu menjawab.

Y : “Minta kawin.”
X : *tertawa* “Mintanya sama Allah hey, bukan sama (nama si perempuan)”
“Terus, gw harus bilang ‘WOW’ gitu?”
Y : “Lho, ini kok malah diajak bercanda terus to?”

——————————————————————————————-

dan perempuan itu pun, hanya bisa cengengesan, sambil tenggelam dalam kebingungan, bagaimana menyampaikan sebuah persetujuan, dalam bahasa yang sederhana. 🙂

Advertisements
Posted in dedicate this for..., njul cerita-cerita.., sebenarnya..

..was and then..

"Masa lalu, oh, oh.. Hanya bayangan..
Melukis seribu tanya yang tak terjawab."
~ Zen - Hanya Bayangan

Masa lalu. The past. Kalau kata Concise Oxford English Dictionary (11th Edition),

past : 1) gone by time and no longer existing ; 2) a past period or the events in it, a person’s or thing’s history or earlier life.

Sesuatu yang sudah lewat.

Saya, kamu, semua orang pasti punya masa lalu. Lucunya, meskipun semua orang punya, dan itu sesuatu yang sudah lewat, masa lalu itu tidak pernah bisa diulang, atau diubah. Yang sudah lewat, ya biarkan lewat.

Tapi kadang, untuk beberapa kasus tertentu, masa lalu justru bisa mempengaruhi masa depan. Urusan capres-capresan misalnya, bagi seorang Prabowo, dugaan keterlibatannya dalam tragedi Trisakti Mei ’98, bisa menjadi senjata ampuh buat lawan politiknya di Pilpres 2014—lah, why so serioush? Bukan, saya bukan mau cerita urusan Prabowo sebenarnya.

Apa yang terjadi malam ini—hang on, we’re going to that part—benar-benar membuat saya sadar akan sesuatu. Oke. Skip dulu ya, itu bisa belakangan.

Kurang dari setahun terakhir, saya pernah mendengar dari seorang kakak, kisah penggalan masa lalu seseorang kepada seorang gadis. Saya tidak tahu, dan tidak paham, seberapa besar dan seberapa dalam perasaan seseorang itu, kepada sang gadis. Yang saya tahu,  saking seringnya si gadis menghiasi hari-hari seseorang itu, namanya terngiang dan terabadikan.

Hampir tiga tahun tak pernah bertemu—atau setidaknya, itu yang saya tahu, kalau lebih, atau kurang, ngga ngerti lagi—, seseorang dan si gadis dari masa lalunya itu, malam ini, bertemu lagi dalam sebuah kebetulan, dalam ruang tunggu bioskop di sebuah mal besar di pusat kota Jakarta—yang eu, eu, ya ini,  yang membuat saya sadar akan dua hal itu tadi. 

Well. Gadis dari masa lalu itupun menyalami saya—dan sukses mencetak penilaian kalau kami punya perbandingan 10-0, dimana saya 0-nya, dia 10-nya dan membuat saya sadar kalau saya ini.. such a good pretender.  Never in my life, I’ve ever felt how much pain in useless jealousy be covered up by powerlessness of laughter.  Antara pengen ketawa, tapi bete sendiri, tapi sadar, kalo betenya itu ngga penting, dan ngga perlu, dan lagunya Zen itu jadi terngiang-ngiang di kepala, jadi cuma bisa ketawa-ketiwi ga jelas—pasti bingung yah bacanya, heu, sama, saya juga. 😛 

Buah naga warnanya merah, lebih manis buah anggur, 
Mau gimana ga bisa marah, yaudah yuk, mending tidur.. 😀
 
Posted in dedicate this for..., njul cerita-cerita.., sebenarnya..

..sambel goreng tempe (bumbu kasih sayang)..

..can never say enough gratitude to God for everything He Granted,,

Mungkin menurut orang lain, sambel goreng tempe, itu makanan biasa yang bisa mereka temui di hampir semua restoran berjudul “Warung Tegal”..

Tapi buat saya, sambel goreng tempe, is an all-time favorite dish ever, which, i just can’t resist on refusing even when i was on the heaviest diet i’ve ever gone through..—padahal pas diet dulu ngga boleh makan apapun yang berminyak, haha

Saking sukanya, saya inget banget, dulu jaman SD di ujian pelajaran —entah Kerajinan Tangan, entah Bahasa Indonesia, tapi ko ada ujian masak-masaknya ya, ah teuing lah— sesuatu, saya pun masak sambel goreng tempe sendiri..

Setelah menjalani Rabu-Kamis —yang selalu jadi tanggal merah setiap minggu, nggak peduli apa ada tanggal merah, atau harpitnas¹ lain di minggu itu, does not make any difference at all, my day-offs would always be those 2 bloody days, every week, ever— yang cukup menyenangkan, hari ini saya kembali ke ibukota, dengan bekal..

hmmm, yak Anda benaaaaaaaar,

sambel goreng tempe buatan Mama.. 🙂

selain sebotol besar Clear Hairfall Decrease, sekilo Gulaku, setoples kue kerawang, sekantong Pia Gorontalo, sekantong kue Kolombeng, dan sebungkus biskuit Togo, amunisi saya untuk bulan-bulan ke depan, yang saya yakin akan ludes dalam waktu seminggu, kecuali sampo, heu— :p

Sudah lamaaaaa sekali memang, saya nggak makan sambel goreng tempe buatan Mama lagi..

Karena kepikiran terus hampir setengah ngidam, akhirnya request lah saya sama Mama, minta dimasakin makanan itu..

Entah bumbu apa yang Mama taruh di dalam sambel goreng tempe bekal saya malam ini, yang sukses telah saya gayemi² sebelum tidur dan rasanya begitu saya kangeni dan saya rindukan..

Sambel goreng tempe ini akhirnya sukses membuat saya cirambay-cirambay³ bodo tengah malem..

Merasa betapa beruntungnya saya atas apapun yang saya miliki saat ini : keluarga, teman-teman yang sangat penyayang, segala nikmat dan kesempatan yang datang tak diduga, semuanya, yang membuat rasa syukur ini seperti tak pernah cukup dipanjatkan pada Yang Maha Pemurah.. :’)

Bukan mbak-mbak Warteg, dan bukan juga ibu kost..

Mungkin cuma sambel goreng tempe bumbu kasih sayang Mama yang bisa bikin efek samping seperti ini..

..still wondering, siapa yang akan mendapat bekal sambel goreng tempe bumbu kasih sayang buatan sendiri nanti..

======================================================

¹ Harpitnas : Hari Kejepit Nasional, hari yang terletak diantara dua hari libur, yang biasanya digunakan para pegawai PNS/BUMN/Bank, atau siapapun yang jam kerjanya patuh pada hari libur kalender, untuk MEMBOLOS. 😀

² gayemi : makan, Javanese red.

³ cirambay : berairmata, berkaca-kaca, Sundanese red.