Posted in dari kacamata njul.., impian jiwa.., naon sih njul..., njul cerita-cerita..

.. cerai dan nikah..

Meni serius gini judul teh, heu..  topiknya topik serius ketang, tapi “Why so seriousshhh??”—

Hari ini sudah dua kali saya dengar dua kata itu, ‘cerai’ dan ‘nikah’ masing-masing diucapkan dua kali oleh dua orang yang berbeda, yang keduanya sedang menceritakan perjalanan hidupnya, tapi dua-duanya diucapkan dengan nada datar begitu saja yang menurut saya harusnya mah ngga gitu..  hallooooo, nyeritain perjalanan hidup gitu datar, tanpa ada perasaan atau emosi yang tertumpah bersama ceritanya nya mun ceuk urang mah, lempeng weh nyarita  teh—..

Keduanya memang masih muda dan cantik berbadan bagus, kalo saya boleh iri mah, heu, boleh lah yaah . Dan keduanya adalah wanita pekerja. Yang satu sudah beranak 3, dan yang lain masih belum beranak emangnya kucing, heu—.

Well… Siapalah saya ini, berani-beraninya men-judge orang.. Saya tahu itu, dan saya tidak men-judge siapa-siapa, cuma sedikit merasa janggal aja..

Dari banyak cerita yang saya dapat keluarga dan beberapa teman lainentah kenapa, rasa-rasanya saya sering mendapati hal yang sama terjadi pada banyak orang yang menikah di usia muda anak jaman sekarang lah, yang usianya thirty-something juga termasuk, dan saya jadi bertanya-tanya :

Apa betul, anak jaman sekarang tidak memiliki penghargaan yang sama terhadap hidup, cinta, dan pernikahan, dibanding orang dulu, sehingga sekarang mereka bisa dengan mudahnya bilang “Oh, iya, gue sih udah divorce..” dengan muka cengangas-cengenges?

Apa mungkin dua peristiwa penting itu memang jadi semacam “sequence wajib” kaya penyakit cacar air gitu ya? jujur saya masih heran dengan kelempengan mereka menceritakannya. Piraku, cacar air ge masih keneh beremosi mereun, siga : “Eh, ya aampun, kemaren teh saya kena cacar air looh!” hahaha, itu mah lebayatun ketang

Hmmm.. Mungkin…

Pas saya pikir-pikir lagi, ngapain saya cerita tentang ini yah?

Satu hal yang jelas, saya selalu berdoa, semoga saya —dan kamu, siapapun “kamu”-nya nanti— tidak seperti anak jaman sekarang yang ada di pikiran saya saat ini…. —aamiiiinnn ya Allah ya Rabbal ‘alamiiin—

Advertisements