Menulis : Bangkit dari kubur.

Menulis blog lagi, adalah suatu tantangan yang cukup menantang-naoon deui. Tapi, thanks to sahabat karib saya sejak kecil yang selalu tertarik dengan dunia tulis menulis, dan kini terpisah ribuan mil-doi di Belanda, sekolah-tapi tetap istiqomah mengisi blog nya dengan tulisan-tulisan yang sederhana tapi tetap inspiratif, sukses membuat saya kembali tergerak menulis blog lagi. Yes, makasih Monik, meskipun jauh, Njul tetap mengintip setiap postingan kamu, jadi silent reader. Heheheh.

Gara-gara buka-buka blog doi lah, saya baru tahu-setelah bertahun-tahun, I left this blog neglected– ternyata sekarang WordPress punya tampilan yang cukup user-friendly meskipun dibuka dari smartphone. Hare gene buka-buka laptop, cuma buat ngeblog doang. Ribet bok. Haha, wartawan kok males nulis, wartawan macam apaaa..

Justru karena tiap hari berjibaku dengan kata-kata, diksi, menentukan efisiensi kalimat, belum lagi mikirin durasi dan kesesuaian naskah sama gambar, efek dramatis audio visual, udah keburu mumet duluan mau nulis pengalaman in the end of the day. Rasanya udah pengen melempar diri ke kasur aja terus merem-setelah masak nasi, nyiapin lauk pauk, endeswey endebrey– setiap sampe di rumah. Bororaah mau buka laptop terus nulis blog. Haha, itu mah sayanya aja yang males. 

Tapiiii, setelah melihat semangat ODOP yang dimiliki teman-teman, semangat menulis jadi bangkit lagi. Mungkin masih dalam pencarian untuk menjadi sesuatu yang inspiratif, banyaknya mah capruk aja.

Terima kasih sudah menghabiskan waktu membaca come-back-post saya yang tidak penting dan ditulis saat lagi ngemil bala-bala ini. Semoga saya bisa istiqamah lagi menulis blog.

Bismillah.

ap_blog_jchewitt-quote

 

 

Advertisements
Posted in dari kacamata njul.., dedicate this for..., naon sih njul...

relativitas khusus itu.

Tanpa buah kata kau curi hatiku
Dia tunjukkan dengan tulus cintanya
Terasa berbeda saat bersamanya
Aku jatuh cinta....
~ Dia - Maliq & D'Essentials

 Teori relativitas Einstein¹, ternyata tidak hanya bisa diterapkan pada dimensi waktu, ruang, maupun, jarak.

Ada semacam relativitas yang seharusnya bisa diukur, bukan atas perbedaan waktu, atau cara pandang terhadap ruang, tetapi jarak antara orang pertama dan kedua, dimana ruang, waktu, jarak, menjadi suatu besaran yang juga relatif.

Mungkin Einstein juga lupa merumuskan ini dalam teori relativitas khususnya. Padahal bentuk relativitas khusus ini, bisa berubah menjadi energi. Relativitas ini, juga sangat dekat dengan interaksi antar atom. Entah apa gaya-gaya yang bisa mempengaruhi cara antar-atom ini bereaksi satu dengan yang lainnya, tapi relativitas ini tidak selalu bisa terjadi antara 2 orang yang berbeda.

Relativitas yang bisa menjelma menjadi energi ini, namanya CINTA. 🙂

Di dekat orang yang dicintai, waktu terasa lebih singkat. Jarak terasa lebih dekat. Tapi, ngga selalu gitu juga sih. Dalam beberapa kasus, jarak riil dengan orang yang dicintai memang dekat, tapi terasa lebih jauh. Waktu juga bahkan bisa terasa lebih lama. Ada yang betah, ada yang ingin segera pindah. Relativitas ini…. benar-benar relatif.

Saya selalu bilang,

“Chemistry itu bukan sesuatu yang bisa dibeli di warung. “

Proved.

Dulu mungkin saya cuma omdo. Tapi saya yakin, setiap orang akan bertemu waktunya sendiri untuk membuktikannya. Itupun, juga sesuatu yang relatif. Mungkin saya sudah, mungkin kamu belum.

dan kalau kamu, baca caprukan saya ini sampai habis, dan memikirkan seseorang, mungkin kamu sedang merasakan relativitas khusus yang saya maksud. Tentunya, ini adalah capruk. Relatif. Heu. 😛

—————————————- NOTES :

1) E = m C², dimana E = Energi, m = massa, dan C = besar kecepatan cahaya

Posted in naon sih njul...

it’s been a while.

Pertama kali ketemu keyboard lagi ini agak mirip-mirip ketemu kecengan baru ya, degdegan boo, sambil ga tau mau diapain.. Sepertinya betul memang kata sebuah teori —yang entah lupa ngambil darimana atau mungkin saya ngarang sendiri,

Produktivitas menulis itu, mencapai puncaknya dalam 3 kondisi : GALAU, KANGEN, atau KEPEPET —ngerjain skripsi atau laporan praktikum dalam deadline hitungan jam misalnya.

Well, bukan karena sombong dan tak sempat, tapi salahkan semua pada godaan modem yang ngadat dan BB yang terkutuk —mencari pembenaran, padahal mah nya emang males weh. 

Seringkali momen-momen penuh inspirasi itu justru terlewat tanpa ada laptop di tangan. Kayak kemaren pas sakit tipes (lagi), laptop malah ditinggal di Jakarta—karena emang ngga prepare mau sakit dengan intensitas kebosanan yang tinggi.

Baiklah. Mungkin sekarang jamannya kembali masuk ke puncaknya zona produktif menulis. Dalam kondisi yang mana ya? #heu. 😛

Posted in naon sih njul..., njul cerita-cerita.., sebenarnya..

(a potential means of remedy i) accidentally found.

 
LETTING GO : A 12-Week Personal Action Program to Overcome a Broken Heart

This is what I am currently reading.

Not to brag or exaggerating, just got this book when I wandered alone —a.k.a. meng-geje, jalan-jalan sendirian ga jelas juntrungan, redlast week in one of the biggest (or maybe the biggest, it is, CMIIW¹) bookstore in Bandung.

Never really intended to buy this cheap imported secondhand book —neither ever thought that I (might) need it too—, just a simple spontaneity, (plus a thought about a friend —whom i blind-guessed, might need to read it, too— that crossed my mind),  successfully made me went home with this book, in my handbag.

Here’s the funny thing I read behind the book :

“Devastated by breakup or divorce? Shocked, depressed, humiliated, haunted by painful memories? Don’t wait for time to heal the hurt and restore your self-confidence. “

Me got broke up or divorce? Hell, NO. Same answers go to the following adjectives behind that sentence.

It has 318 pages, have it bookmarked on page 47, and keep going.

But till now, I just don’t know the answer, why I keep reading this stupid book.

=====================================================

¹ CMIIW : Correct Me If I’m Wrong, tolong benerin kalo salah.. heuheu..

Posted in dedicate this for..., naon sih njul...

untuk Nada, dengan sejuta maaf..

Merajut benang-benang aku dan kamu
menjadi kain kami yang indah
karena ada celupan Ilahi di sana

Memaku papan-papan aku dan kamu menjadi biduk kami yang sederhana
tapi cukup kuat mengarung samudera supaya sampai kesana

Merangkai kelopak-kelopak aku dan kamu
menjadi bunga kami yang mekar
menghias taman peradaban

Menyatukan garis-garis
mengumpulkan titik-titik
memadu warna-warni aku dan kamu
menjadi gambar kami yang indah

Ada dua jiwa dipertemukan
ada dua takdir bersilangan
ada satu tujuan, ada satu teladan

Agar sejak hari itu
malaikat tersenyum kepada kami
dan Allah meridhai

Duri, 3 Januari 2011
-Muhammad Rihan Handaulah-
♥♥♥

Years of life each has journeyed till one day our path inter wined

on the foundation of faith we’ve committed and the Love of Al-Mighty is what we seek

in this blessing of life, a new book will be made

the first chapter will be written
with the inks of you and i

may Allah guide us with each step
light our ways through the days ahead
and fill our hearts with love and compassion

a part of you in me
a part of me in you
we’ll never walk alone

Bandung, 4 Januari 2011
-Nada Ristya Rahmani-

*taken from their wedding invitation on Facebook*

Satu lagi sahabat saya yang akan menggenapkan agamanya……. 🙂 Bahagia? Oh, jelas.. —eh, nanya ke siapa ini teh, kaya sayanya sendiri aja yang mau nikah teh, heu—

Kenapa jadi nulis tentang ini ya?

Akhir-akhir ini, banyak sekali sahabat-sahabat —sejurusan maupun bukan— bahkan sahabat terdekat saya, yang duduk bersanding di pelaminan —tenda biru pisan, heu—.. Rasanya baru kemarin pake baju putih-abu dan duduk bareng dalam rapat acara LKS¹ di kelas 1-8 —entah udah jadi kelas apa namanya sekarang, pokonya ada di lantai 2, yang ada di atas WC cewe dan KopGur—, berbagi tentang motivasi hidup, bagaimana cara menyemangati orang lain untuk bisa jadi manusia pembelajar, dan hal-hal super-inspiring lainnya..

Eh.. Besok tau-tau dia udah mau nikah aja.. 😀

Nada Ristya Rahmani.. Sahabat saya sejak SMA, tapi ketemunya dari SD, di sebuah Story-telling Contest —which she won, and apparently i figured out that she used to live in US, so no wonder her English is so damn good—.. Selalu bersemangat, inspiratif, dan memotivasi.. Teman berbagi, dan entah bagaimana caranya, dia selalu bisa mengubah cara berpikir saya jadi lebih positif —juga terbuka— dalam memandang sesuatu.. Koleris melankolis, Ketua LKS LII —dan saya dulu jadi anak seksi acaranya, secara kita alumni LKS LI—, juga Ketua Seksi V OSIS²sekali lagi jadi anak buahnya, tapi lupa, OSIS LI apa LII, heu, ngga kerasa udh 5 tahun lebih, jadi we lupa—, my daily-conversation-in-English partner, kamus berjalan dengan vocabulary yang awesome dan TOEFL yang 600..—and i envy her so much for that, till now—

Begitu aktif dan inisiatifnya beliau, sampe-sampe sampe sekarang saya masih inget aja kejadian pas kami jadi siswa LKS LI itu, da malu.. 😛  Kan gini ya, setiap orang, harus menyebut nomor absennya setelah nama, setiap kali akan menjawab pertanyaan panitia.. Untuk siswi, XX-sekian, dan untuk siswa, pastinya, XY-sekian.. —asal jangan XO, nanti jadi Turner Syndrome, naon deui, heu—

Saking seringnya mendengar Nada menjawab dengan menyebut nomornya, saat saya ingin menjawab, yang saya bilang malah,

Izin menjawab, nama Nada, XX-22!!

—padahal harusnya, “Nuzulya, XX-26” heukontanlah yang namanya aula SMA 3 yang angker-angker dingin karna hawa-hawa evaluasi³, jadi pecah suasananya, da ngga cuma siswa, panitianya juga jadi ngetawain saya aja gitu —kalo lupa sama nomer sendiri, masih mending,ya masak ini lupa sama namanya juga, hahaha—..  😀

Time goes by, and suddenly tomorrow she’s getting married.. 🙂

Pasangannya pun, bukan orang asing.. Rihan Handaulah, salah satu tokoh kampus, juga tokoh inspiratif buat saya semasa SMA.. Bersama teman-temannya, aktivis-aktivis kampus yang selisih usianya 3 tahun dari kami-kami ini, sering berbagi banyak hal dan pemikirannya dalam rapat-rapat perumusan LKS.. Pasangan seimbang untuk Nada, kalo saya boleh berkomentar..

Sekali lagi, janji Allah terbukti —meski saya mungkin masih harus menunggu— tapi saya tetap percaya, suatu saat nanti akan tiba waktunya, mendapatkan seseorang yang seimbang, yang akan menjadi sahabat sepanjang masa, seperti pernah saya ceritakan sebelumnya..  🙂

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wajama’a bainakuma fi khair…

Dear Nada, my beautiful bride..

Once again, God’s words coming true, when his vow ties you truly and forever..

It’s not in days, or months, it’s like FOREVER..

Be a bold, brave, and blessful couple, my dear.. Such “Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah family“, they say, and indeed, I truly believe you guys will —aamiin—

It’s too bad i can’t see how beautiful my Nada will be in that white ‘kebaya‘, with those jasmine strands on her head.. Had this call of duty i can’t compromise.. 😦

You know, you always have my utterly and sincerely prayers with you.. Hoping for the best and etcetera etcetera that i don’t need to state coz we read each other the same thing.. :’)

Dedicate this for you, with love..

Always your bestie ♥,

-Nuzulya Safitri Ilahude-

——————————————————————————————

Keterangan :
¹  Latihan Kepemimpinan Siswa SMA 3 Bandung : training singkat untuk siswa yang ingin berkembang —ciyee, emang bunga, heu— dulu harus ikut kalo mau jadi OSIS, tapi bisa belajar pengembangan diri di dalamnya, bisa belajar jadi tahan banting juga —heu, kaya panci aja— super banget lah pokonya mah.. SISWAAA?? LKS, LKS, LKS!!!
² Seksi V OSIS, ngurusin tentang bidang Sosial Politik dan Kewarganegaraan, agenda besarnya, bikin LKS, dan PLIST (sama aja kaya MOS – buat anak baru) 😀
³ Evaluasi : Sesi marah-marah dalam rangkaian acara harian LKS, biasanya jadi sesi paling horor karena semua orang dihukum, diberondong pertanyaan, disuruh push-up, disuruh bending, dan dimarahin di depan muka dengan jarak kurang dari 10 senti —lebay ketang, heu, mungkin sekarang mah ngga ginigini teuing
Posted in aateulan.., naon sih njul..., sebenarnya..

(if)…(then)…

  • (IF) I really, really love you (THEN) Why do I “as easy as that” to let you go? Why I pretend you are the one by stop chasing you? Why I pretend you are not exist by stop calling or texting or whatever?

  • (IF) I’m not that into you (THEN) Why do I regret by letting you go? Why can’t I stop thinking of you every single minutes? Why can’t I just moved on? Why can’t I just get over you?

  • Just read those on my friend’s blog, had a glimpse of thought about just the same questions, and my brother just happen to work on his Turbo Pascal homework, successfully remind me of those basic logical functions in programming..

    What is the logic of love?

    Googled it.. and found a superbly logical answer on Yahoo!Answer.. —indeed, agree with him— 😀

    Nature has preprogrammed MEN with a mechanism that works like this:

    SEE HOT WOMEN → FEEL ATTRACTION

    Well, women have a similar mechanism. But I think that the female version is MORE COMPLEX.

    Yes, women do feel attraction for extremely handsome men… but they feel a MUCH STRONGER ATTRACTION for certain PERSONALITY TRAITS and BEHAVIORS than they do for physical looks alone. Both these feelings are hard-wired into our brains.

    Oh, yes, apparently i had myself wrote about physics of love, too —in way different point of view, of course—, way loooong before, when midterms subjects were only Basics —those stressful Basics— : Basic Chemicals, Basic Calculus, and Basic Physics, and life would be so much easier than today…

    Things change, friends got married, guys come and go, and here I am, questioning myself about this?

    Oh, puh-lease, Njul…