Posted in kuliner, ODOPfor99days2017

Nikmatnya Martabak Legendaris “Nikmat Andir” Bandung

“Mang, martabak enak yang biasa dicari orang Jakarta itu yang mana yah?”

Malu-malu tapi penasaran, saya tanya sama Mang-mang parkir. “Disitu Neng, parkir aja disini,” tunjuk si Mang dengan ramah.

Malam itu, keluar dari mobil, saya disambut aroma wangi butter mahal, Wijsman. Apal banget sama wangi butter ini, karena Mama suka bikin kue—dan tentu saja saya sebagai anak gadis yang baik, dan berbakti pada orang tua, selalu dengan senang hati membantu………… ngabisinnya, heu 😀

Berjalanlah saya, si Mas, dan Kynan menyusuri jalan Andir, mengikuti wangi Wijsman itu. Kesannya teh kaya jalan jauh ya, padahal mah paling cuma 50 meter dari tempat parkir mobil tadi. Eh tapi serius loh, wangi Wijsman yang menggoda itu kecium sampe sejauh itu.

nikmat-andir-crop
Martabak Nikmat Andir, Jl. Jenderal Sudirman No. 413, Bandung

Di sepanjang jalan Andir, di Bandung, emang banyaaaaaak banget tukang martabak, yang kalo liat sepintas (papannya) kayanya enak semua—atau sayanya aja meureun ya yang kelewat nggragas, liat papan reklame martabak apa aja jadi laper, wkwk.
Sebagai orang yang menghabiskan masa kecil selama hampir 23 tahun di Bandung (coret ketang sebenarnya, secara 20 tahun di Kopo, sisa 3 tahun di Cimahi.. Ah bodo, tetep Bandung sih, gigireunnya, angger maksa, haha), baru kali ini saya tau kalo ada martabak legendaris yang namanya Nikmat Andir ini.

“Neng, ini martabak teh legendaris pisan, udah dari tahun  1975. Enaknya sampe bikin macet kalo udah weekend, orang Jakarta pada kesini semua cari oleh-oleh.”

Tadi si Mang parkir emang udah kasih saya “teaser“. Katanya, “Neng, ini martabak teh legendaris pisan, udah dari tahun  1975. Enaknya sampe bikin macet kalo udah weekend, orang Jakarta pada kesini semua cari oleh-oleh.” Wow. Segitunya banget kayanya enaknya martabak ini. Melambungkan ekspektasi.

Ga ada yang spesial dari tampak depan ruko Martabak Nikmat Andir yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman no. 413, persis di depan Pasar Andir itu. Cuma papan harga martabak yang menyambut pelanggan aja yang SPESIAL WOOOOW BANGET, bikin mata melotot. Haha.

img_20170107_203045_1
Daftar Harga Martabak Manis Nikmat Andir (Dok. Pribadi, Januari 2017)

Kalau dilihat dari daftar menunya, sebagai pengusaha kuliner legendaris, Nikmat Andir berhasil menempatkan diri dan bertahan di dalam ketatnya persaingan dunia permartabakan, yang makin kesini makin aneh-aneh, dan inovatif. Ga cuma dari segi rasa, tapi juga dari segi harga. Daftar harga disini, ga jauh beda dengan harga martabak Pecenongan Jakarta yang juga terkenal jadi salah satu pionir martabak bertopping premium.

Setelah diskusi panjang lebar sama si Mas, akhirnya kita pesen martabak Black Forest Keju. Dapet nomer antrean 19. Ternyata saya cukup beruntung di malam minggu itu, karena biasanya antreannya lebih gila-gilaan lagi. Ga heran, disana disediain banyak kursi dan kita bisa jajan beragam minuman siap saji yang disediakan di kulkas. Yah mayan lah ya, untuk “menghibur” para pelanggan yang kebagian nomor antrean bontot ibarat antre sembako.

Satu yang menangkap perhatian pas lagi nunggu martabak saya dibuat, adalah yang buat martabaknya. Bukan mas-mas, bukan abang-abang, tapi engkoh-engkoh paruh baya yang gapeee banget nuang adonan, kasih topping, dan motong-motong martabak yang udah jadi, siap dibungkus, semuanya dengan kecepatan tinggi. Nonton mereka buat martabak aja udah berasa nonton atraksi apa gitu, asli keren. Ada dua orang engkoh-engkoh, yang kayanya mereka punya pembagian tugas sendiri-sendiri, yang satu buat martabak, yang satu nabur topping, motong dan ngebungkusin. Merhatiin garis wajah engkoh-engkoh ujung tombak Nikmat Andir ini aja udah menggambarkan betapa legendarisnya martabak ini. Secara mereka udah memulai usaha ini dari tahun 1975, saat mereka masih pada jadi mas-mas kali yak.

img_20170107_203316
Duo Engkoh Martabak Nikmat Andir

Ga perlu nunggu terlalu lama, nomer pesanan saya dipanggil, dan tinggal bayar. Wangi dan kehangatan yang merembes dari dalam kotak, bikin saya ga tahan untuk ngintip isinya. Slurrp!

img_20170107_211325_1
Martabak Black Forest Keju Nikmat Andir, mmm, yummy!

Hasrat pengen gigit martabak gendut nan menggugah selera ini saya tahan sampe rumah. Ternyata bener. Ono rego ono rupo. Endes surendes sumadirendes. Si Kynan aja saking doyannya bisa makan 3 potong sendiri. Sumpah ini bukan blog berbayar, tapi I strongly recommend this Martabak Nikmat Andir buat anda-anda yang ingin merasakan salah satu nikmat surga dunia—setelah nikah dan durian monthong, versi saya mah, wkwk..

Daging martabaknya tebal, lembut, juicy, penuh sari butter, dengan keju melimpah, dan susu (kental manis loh ya) yang tumpah ruah.. Kebayang ga? Diameter lingkaran cetakannya lebih besar daripada martabak biasa. Saking gedenya, sampe masih nyisa buat besoknya dan masih tetep lembut. Paling kalo mau lembut seperti sedia kala  bisa dimasukin ke magic jar 10 menitan.

Mahal sih memang, tapi ga nyesel, dan besok-besok pengen beli lagi, nyobain rasa lainnya. 

Sometimes, we have to pay more to enjoy the sweetness of life, don’t we? 🙂

Advertisements

Author:

a proud wife. a happy mom. a journalist. an eager learner. mahmud abas : mamah muda anak baru satu. pujaan hati Tri Mujoko Bayuaji. former genetician. intellectually scientist, emotionally journalist. BI ITB'06. a runner and (still) a Sennheiser-junkie. any inquiry? don't hesitate to contact me at nuzulyasafitri@gmail.com.

4 thoughts on “Nikmatnya Martabak Legendaris “Nikmat Andir” Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s